Thursday, 4 December 2014

Waktu yang Semakin Cepat Berlalu: Inikah Tanda Akhir Zaman?


09MAR
delphi_TimePara pembaca sekalian. Pernahkah Anda merasa bahwa waktu sekarang ini terasa lebih cepat? Siang-malam, hari, minggu, bulan dan tahun terasa saling berkejaran. Perasaan baru saja tahun baru 2013, eh sekarang sudah bulan Maret.
Lalu, apakah ini ada kaitannya dengan tanda-tanda akhir zaman? Karena salah satu dari tanda-tanda akhir zaman yang pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW adalah waktu yang semakin terasa singkat, cepat berlalu. Berikut ini haditsnya:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA berkata, Nabi SAW bersabda: “Tidak terjadi hari kiamat dan sehingga dihilangkannya ilmu, banyak gempa bumi, masa semakin berdekatan (terasa singkat), banyak terjadi fitnah, dan banyak pembunuhan” (HR. Al-Bukhari no.1036)
Dari Sa’d bin Sa’id al-Anshari dari Anas bin Malik RA, bahwasanya ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:“Tidak akan terjadi hari Kiamat sebelum sampai zaman itu menjadi saling berdekatan. Maka satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu Jum‘at (pekan) dan satu Jum‘at seperti satu hari dan satu hari seperti satu jam dan satu jam seperti nyala api (hanya sekejap)” (HR. Ahmad bin Hambal rahimahullah dalam Musnadnyano.10956, dan At-Tirmidzi dalam al-Jami’ish shahih Sunan at-Tirmidzi no.2332 dari Anas RA dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no.7422)
Nah, untuk bisa menjelaskan tetang hal ini, maka akan lebih bermutu bila kita mengkajinya dengan pengetahuan ilmiah moderen saat ini. Salah satunya yang pernah diungkapkan oleh seorang cendikiawan Muslim, Harun Yahya. Menurutnya, saat ini waktu memang terasa berputar lebih cepat. Perjalanan yang dulu berlangsung beberapa bulan, kini dapat dilakukan dalam beberapa jam. “Dengan perbandingan yang lebih aman, lebih mudah, dan format yang lebih nyaman” Ujar Harun Yahya.
Tak cuma itu, komunikasi yang dulu membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menjangkau wilayah antar benua, saat ini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik melalui internet dan teknologi komunikasi lainnya. Selain itu, papar Harun Yahya, tugas sehari-hari seperti membersihkan, memasak, penitipan anak, pemeliharaan, dan belanja tidak lagi mengambil terlalu banyak waktu dengan menggunakan perangkat elektronik yang canggih. “Pertanda akhir zaman yang telah disebutkan Rasulullah SAW itu secara ilmiah telah terbukti. Waktu semakin singkat,” Papar cendekiawan yang memiliki nama asli Adnan Oktar itu.
Menurut Harun Yahya, di ruang di antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif, terdapat getaran alami. Frekuensi mendasar ini yang juga dikenal sebagai Detak Jantung Dunia, disebut sebagai Resonansi Schumann. “Hal tersebut telah diramalkan secara matematis oleh fisikawan Jerman Winfried R Schuman pada tahun 1952,” tuturnya. Resonansi Schumann, kata dia, sangat penting karena membungkus bumi. “Dengan demikian terus menjaga alam dan semua bentuk kehidupan di bawah efeknya. Hal ini secara terus menerus diukur oleh pusat penelitian fisika terkemuka di dunia”
Pada 1950, Resonansi Schumann diukur pada skala 7.8 hertz. Nilai ini dianggap tetap konstan. Memang sistem komunikasi global militer ini didirikan di atas frekuensi ini. Namun, pada 1980-an, terjadi perubahan tiba-tiba. Sebab, pada tahun itu Resonansi Schumann diukur di atas 11 hertz. “Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa angka ini bahkan akan meningkat lagi. Perubahan dalam Resonansi Schumann; frekuensi menunjukkan mempercepat waktu” Tuturnya.
Dengan demikian, waktu 24 jam terasa seperti 16 jam atau kurang. Ilmu pengetahuan tidak mampu menjelaskan mengapa angka ini mengalami kenaikan, atau faktor yang menyebabkannya meningkat. “Dengan makin singkatnya waktu, pertanda akhir zaman yang diramalkan oleh Nabi SAW terbukti secara ilmiah saat ini” Tuturnya.
Bumi semakin dipersiapkan untuk Hari Kiamat dan oleh kehendak Allah SWT pertanda yang diisyaratkan terjadi secara berturut turut. “Di masa lalu, hari itu lebih lama; kami dapat melakukan banyak pekerjaan setiap hari. Waktu telah makin singkat. Ini jelas. Ini adalah pertanda dari Akhir Zaman. Ini adalah pertanda hadirnya Imam Mahdi. Ini adalah sebuah keajaiban yang disebutkan Nabi Muhammad SAW” Papar Adnan Oktar dalam wawancara dengan AKS SAMSUN TV dan TV KAYSERI.
“Semua orang mengatakan ini. Akhir pekan datang dalam waktu singkat. Apakah akhir pekan datang begitu cepat di masa lalu? Hari-hari tersebut tidak terlewati. [Sekarang] hari berakhir dalam sekejap. Satu kali tidur untuk sementara waktu, untuk tujuh atau delapan jam, kemudian dia terbangun, sarapan dan malam datang dan hari berakhir. Orang pergi bekerja dan dalam waktu singkat kembali ke rumah dan tidur. Dia tidak punya waktu untuk bernapas” Ungkapnya.
4871363_20130228110805
Demikianlah penjelasan dari Harun Yahya dalam beberapa waktu yang lalu. Yang semuanya bisa dijadikan bahan perenungan kita bersama, ketika menjalani kehidupan sehari-hari. Apakah kita akan terus lalai?
Bukti ilmiah lainnya untuk kedua hadits di atas dijelaskan oleh Dr. Ahmad Syauqi. Ia berkata: “Para Ilmuwan telah sampai pada kesimpulan tentang hakekat alam semesta yang sangat mencengangkan, di antaranya adalah bahwa Matahari setelah jutaan tahun akan mengalami kerapatan (kepadatan) molekul-molekulnya, yang pada akhirnya berubah menjadi Matahari yang mengecil, dan sangat padat (rapat). Hal ini mempercepat gerakan Bumi mengitarinya dan semakin cepat juga Bumi berputar terhadap dirinya sendiri (rotasi) di sekeliling Matahari. Maka jadilah satu tahun itu bagi Bumi seperti satu bulan, dan satu bulan seperti satu hari dan seterusnya. Dan demikianlah hadits Rasulullah SAW, ia adalah sebuah kenyataan dan kebenaran, yang beliau ucapkan berdasarkan wahyu dari Allah SWT, yang maknanya secara ilmiah tidak diketahui oleh manusia, kecuali pada zaman kita sekarang ini. Engkau benar wahai kekasihku, kekasih dan kekasih seluruh kaum Muslimin (maksudnya adalah Rasulullah SAW). Maka perkataanku ini aku tujukan untuk kaum Muslimin secara umum dan untuk orang-orang non muslim secara khusus, aku ingin berkata kepada non muslim: “Lihatlah oleh kalian semua apa yang telah dikatakan oleh Rasul yang mulia Muhammad SAW semenjak (lebih dari) seribu tahun yang lalu, dan sekarang ilmu pengetahun modern telah sampai kepada hakikat apa yang disabdakan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam
Selain itu, ada juga penjelasan lainnya yang bisa juga di jadikan sebagai bahan renungan bagi kita bersama. Ini akan lebih mudah dijelaskan dengan mengambil sebuah pertanyaan yang mendasar; “Kenapa waktu terasa berlari begitu cepat?”. Alasannya adalah:
1. Karena zaman kini, manusia semakin sibuk
David Allen dalam buku produktivitasnya “Getting Things Done” menggambarkan dengan tepat betapa padatnya kesibukan manusia zaman sekarang, dimana pekerjaan seolah tidak mengenal batas penyelesaiannya. Pada zaman dulu, pekerjaan dianggap selesai bila suatu batasan tertentu telah tercapai, misalnya bila hewan buruan telah ditangkap dan dimasak. Namun sekarang, pekerjaan modern bisa dibilang sangat “berlapis-lapis”. Kalaupun jam pekerjaan kantor telah usai, masih ada setumpuk laporan, e-mail, sms, dan panggilan telepon yang harus dikerjakan di rumah.
Manusia modern pun telah bersaudara dengan yang satu ini: DEADLINE. Dengan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi dan harus “cepat, cepat, cepat”, orang-orang pun lebih fokus ke “bagaimana menyelesaikan pekerjaan anu dalam waktu X”. Tenggang waktu sebulan pun semakin tak ada artinya – bahkan terasa seperti seminggu atau dua minggu.
2. Waktu memiliki bobot
Teori ini masih berdasarkan fisika relativitas. Sejak awal tahun 1993, waktu memang telah berjalan lebih cepat. Hingga saat ini, waktu telah 1,3 hingga 1,4 kali lebih cepat – dan akan lebih cepat 2 kali lipat 10 tahun kemudian. Menurut beberapa penelitian, kecepatan revolusi solar system kita memang tengah bertambah lebih cepat, di mana hal ini juga berpengaruh terhadap waktu di bumi. Karena waktu berjalan lebih cepat, ruang pun semakin merapat dan gravitasi meningkat. Bisa dibilang, ruang dan waktu semakin bersatu. Atau seperti kata hadits tersebut, “zaman semakin berdekatan”.
Dari segi metafisika, zaman berdekatan ini mengakibatkan berbagai energi di alam sekitar ber-agregasi. Setiap makhluk semakin connected dengan lingkungan atau sekitarnya. Misalnya, bila seseorang jatuh dan terluka, orang lain juga akan turut “merasakan”. Dalam berbagai paham new age, zaman ketika ini terjadi disebut sebagai Christ Consciousness – atau masa-masa menjelang akhir ketika manusia menanti Kristus kembali ke bumi.
3. Antisipasi dan persepsi
Tentang hal ini, Albert Einstein pernah berkata “Kalau Anda duduk di atas kompor yang menyala, pastilah 4 menit terasa seperti 4 jam. Coba kalau Anda duduk di sebelah wanita cantik, 4 jam akan terasa seperti 4 menit”.
Untuk menjelaskan tentang persepsi ini, akan saya berikan contoh. Misalnya Anda mendengarkan lagu yang boringnya minta ampun padahal durasinya hanya 1 menit, bisa jadi di benak Anda, seolah-olah lagu itu durasinya 4 menitan, ‘kan? Tapi coba kalau Anda mendengarkan lagu kesayangan Anda, mungkin lagu durasi 4 menit terasa lebih cepat, atau terasa lebih lama tapi durasi lama yang menyenangkan.
Dalam buku “Why Life Speeds Up as You Get Older”, Douwe Draaisma menjelaskan bahwa persepsi memori memberikan kesan kepada kita bahwa waktu berjalan cepat atau lambat. Ketika kita masih kecil misalnya, kita selalu “ingin jadi dewasa”. Atau ketika kita baru masuk kerja dan kita menanti naik pangkat. Antisipasi terhadap penantian itu membuat waktu terkesan lama sekali. Begitu juga memori kita terhadap fase hidup yang kita anggap menyenangkan atau sangat buruk – biasanya waktu akan terasa lama tapi “berisi”. Namun halnya dengan fase hidup yang “biasa-biasa saja”, maka hanya akan teringat samar-samar dalam memori kita dan dianggap “berlalu cepat begitu saja”.
4. Pendapat penulis: tanda bergantinya zaman menuju kebangkitan dunia baru
Meski tak sepenuhnya, saya sependapat dengan Harun Yahya dan Dr. Ahmad Syauqi tentang pertimbangan ilmiahnya. Bahkan saya bisa menambahkan, bahwa Akhir Zaman (kiamat) yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW itu maksudnya bukan Hari Kiamat Kubro (besar), melainkan Kiamat Sugro (kecil). Artinya, memang akan ada Akhir Zaman (kiamat) yang disertai dengan bencana alam, pemusnahan massal, dll. Di setiap akhir periode zaman pun seperti itu. Namun pada saat ini, itu hanya sebagai pertanda akan hadirnya zaman yang baru, yang di dalamnya akan ada perubahan yang mendasar dalam kehidupan manusia.
Jadi, kehidupan kita sekarang ini telah sampai di penghujung periode zamannya (zaman ke tujuh). Atau dalam artian bahwa kita saat ini sedang berada dalam masa-masa transisi antara kedua zaman yang berbeda (ke tujuh – ke delapan), dan tentunya akan ada puncaknya suatu saat nanti. Sedangkan puncak yang dimaksudkan disini bisa saja kehancuran yang dahsyat, yang akan terjadi dimana-mana di seluruh dunia. Dan tentunya Anda sekalian sudah merasakannya bukan? Dimana sering terjadi bencana dahsyat di berbagai belahan dunia, peperangan dan tentunya perubahan iklim. Untuk itulah, satu alasan mengapa waktu pun di atur semakin cepat berlalu, itu hanya untuk bisa menghadirkan azab Allah SWT lebih cepat. Karena manusia yang hidup di akhir setiap periode zaman akan berlaku kufur dan jauh dari jalan kebenaran Tuhan. Sehingga pantaslah bagi mereka ini untuk meneriman azab-Nya yang sungguh perih.
Ketahuilah, bahwa manusia pada masa yang akan datang (di periode zaman yang baru – periode zaman ke delapan) setelah periode zaman kita sekarang)) akan hidup sesuai dengan hukum Tuhan dan menata dunia ini dengan keindahan yang sejati. Semua yang ada di periode zaman ke tujuh ini akan banyak yang ditinggalkan, terutama yang berbau syirik dan maksiat. Dalam kehidupan mereka nanti, maka ada perubahan yang mendasar tentang keyakinan, gaya hidup, cara pandang hidup, sifat dan sikap kehidupan dan tata aturan hidup (ketatanegaraan) yang sempurna. Yang itu semua akan dimulai dari Nusantara, insya Allah. Ini akan terjadi, karena secara tersirat Allah SWT telah menjelaskan tentang hal ini di dalam Al-Qur`an surat Ali `Imran [3] ayat 140 berikut ini:
“…, Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir)…”
Jadi, masalah waktu yang terasa singkat saat ini adalah konsekuensi dari hilangnya kebiasaan untuk mengingat Allah SWT (zikir) dalam hati, sementara kesibukan dunia terus menempati posisi terpenting dalam hati seseorang. Manusia di masa lalu juga pernah merasakan hal yang serupa, sebelum mereka harus menerima azab dari Allah SWT. Dan ini adalah ketentuan-Nya, yang akan terus berlaku disaat manusia telah lalai pada aturan Tuhan dan melupakan hakekat kehidupannya sebagai khalifah di muka bumi.
Selain itu, hal ini terjadi lantaran tidak banyak lagi orang-orang yang benar-benar meluangkan waktunya untuk mengkaji Ad-Din (agama) secara mendalam dan menjalankannya dengan benar. Mereka begitu terlena dengan kesenangan duniawi, sehingga terus terbuai dalam tipuannya. Hidup hanya dilalui dengan banyak kegiatan yang melulu hanya bersifat foya-foya, tanpa mengindahkan arti pentingnya mempersiapkan bekal akherat. Mereka lupa dengan Tuhan karena telah menuhankan dunia dengan teknologi di dalamnya. Bahkan di antara mereka ini banyak sekali yang munafik, lantaran ia sebenarnya mengetahui aturan agama tetapi justru senang melanggarnya. Sehingga tidak banyak lagi yang mau mencegah perbuatan mungkar, karena mereka pun ikut di dalamnya. Maksiat dan perzinahan kian merajalela dimana-mana, bahkan tak mengenal tempat, usia, jenis kelamin, hubungan darah dan hewan atau manusia. Banyak pula terjadi kezaliman dan pembunuhan, keserakahan dan korupsi, sehingga memperkeruh kondisi sosial di masyarakat. Sementara waktu dirasakan semakin cepat berlalu, lantaran seseorang merasa tidak pernah puas dalam menikmati kesenangan sesaat duniawi ini.
*****
Wahai saudaraku ingatlah! Waktu itu telah diciptakan dengan penuh pertimbangan dan tujuan. Ia ada sebagai wadah bagi semua makhluk untuk senantiasa melakukan aktifitasnya tetapi dengan penuh kebijaksanaan. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang masih tersisa, dan jangan pula lalai untuk terus memperbaiki diri. Karena sejatinya kehidupan di dunia ini hanyalan bersifat sementara. Ada kehidupan yang abadi, yaitu kehidupan setelah kematian (akherat).
Allah SWT telah mengingatkan dengan berfirman di dalam Al-Qur`an surat Al-Ashr [103] ayat 1-3, seperti berikut ini:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mawas diri dan terus mempersiapkan bekal akherat. Tidak pernah menyia-nyiakan waktu yang masih tersisa dan berharap bahwa akan ada perubahan kebaikan di hari nanti.

4 Parameter Pencemaran Lingkungan


Beberapa parameter yang digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya pencemaran lingkungan, serta mengetahui tingkat pencemaran itu. Parameter-parameter yang digunakan sebagai indikator penemaran lingkugnan antara lain sebagai berikut
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi CO2, pH, alkalinitas, fosfor dan kadang aktifitas berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD ( biochemical Orxygen Deman), yaitu jumlah oksigen yang terkandung atau terlalur di air. Cara pengukuran BOD adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennnya selama 5 hari dan kemudian diukur kembali kadungan oksigennya, BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemaran organik.
Di air yang normal dan alami, kadar pH adalah 6,5 – 8,5. Keasaman air dapat iukur dengan kertas lakmus. Contoh lain adalah kandungan oksifen d dalam air minum tidak boleh kurang dari 3 ppm
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kejernihan dan kandungan bahan radiokatif.
d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya bahan organk/mikroorganisme seperti bakteri coli, virus, bentos dan plakton. Organisme yang peka akan mati di lingkungan air yang teremar.
Cotnoh: keadaan siput air dan planaria di sugnau atau perairan menunjukkan bahwa air di sungai tersebut belum tercemar.
Sumber: Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SMP kelas VIII

KONSUMSI MIE INSTAN DAN COKLAT BERSAMAAN BISA MEMBUAT KITA MENINGGAL !

(Foto:Freeimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa waktu terakhir, muncul pesan broadcast dari Blackberry Messanger yang menyebut kematian seorang wanita akibat mengonsumsi mie instan dan cokelat secara berbarengan.

Adapun pesan broadcast tersebut berbunyi:

Ada seorang Wanita meninggal 'Mendadak' dgn 'Kelima Panca Indera keluar darah. Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan krna 'Bunuh Diri' atau 'Dibunuh', melainkan karena ketidaktahuan tentang 'Racun akibat Makanan'. - Wanita ini memiliki kebiasaan makan coklat. tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan 'MIE GORENG'. - Sebenarnya cma makan mie goreng saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mie malam itu dan tak ada yang meninggal.Tetapi, karena MIE itu mengandung 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) & berhubung habis makan MIE wanita itu makan COKLat.Terjadilah "Reaksi Kimia" di dalam perut yang membuat 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.- Inilah yg Mengakibatkan :• Hati• Jantung• Ginjal• Pembuluh darah rusak• Usus Berdarah• Pembuluh darah Melebar- Sehingga wanita itu Meninggal dengan sangat Mengenaskan dengan Kelima Panca Indera 'Keluar Darah' saat itu.- Jadi Hati-hati!!Jika habis banyak makan.• MIE goreng•. MIE kering•. MiE soto- Jangan makan coklat pada saat yang 'Bersamaan' !!!- Copy paste-lah jika Anda 'Merasa' ini cukup 'Penting' - Kasih tau ke semua Teman atau Keluarga.- Mari berbagi Kepedulian Kita dengan Sesama!!!

Sontak, pesan berantai tersebut menimbulkan keresahan. Benarkah kabar tersebut? Metrotvnews.com mencoba mencari jawabnya dengan menemui ahli gizi Rumah Sakit Pasar Rebo, Indah Sulianti. Menurut Indah, ada tiga hal yang harus diluruskan pada pesan berantai tersebut.

1. Dalam mie instan yang paling berbahaya adalah zat pengawetnya
"Zat pengawet itu adalah natrium. Beberapa kasus yang saya temui, pernah ada anak yang ususnya pecah karena keseringan makan mie. Proses rusaknya itu diakibatkan natrium yang mengendap di dalam tubuh. Jika semakin tebal, organ yang tertumpuk endapan akan rusak," jelasnya.

2. Cokelat kemasan (bukan coklat murni) memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi
Kadar lemak dan kolesterol berasal dari zat tambahan seperti susu full cream, dan lain-lain.

3. Tidak hanya mie instan, semua makanan kemasan memiliki natrium (pengawet)
Natrium bila dikonsumsi terus menerus dapat membahayakan tubuh. "Tak ada korelasi antara makan cokelat dan mie secara bersamaan, lalu muncul efek yang terjadi pada isi pesan di atas," tegas Indah.

"Jadi kesimpulannya, apa yang terjadi pada perempuan itu lebih menjurus kepada efek dari kolesterol yang menumpuk karena terlalu sering makan cokelat dan efek natrium dari pengawet makanan yang menempel dalam pembuluh darahnya, sehingga mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Bukan karena reaksi kimia itu," terang Indah.

Berdasarkan penelusuran, Arsenic Pentoxide merupakan senyawa anorganik yang tinggi kandungan racun, sehingga hanya diaplikasikan hanya ke beberapa produk komersial dan tidak terdapat pada makanan. 

TAHUKAH ANDA ? MENGKONSUMSI MIE DENGAN NASI ITU BERBAHAYA !!!

Tahukah Anda, makan mie dengan nasi sangat tidak baik bagi tubuh kita. Karena kalau kita telisik lebih jauh, mie merupakan makanan dengan banyak mengandung karbohidrat. Dan Nasi juga mengandung karbohidrat. Sedangkan tubuh kita juga perlu asupan protein, lemak baik,  mineral dll. Jadi jangan asal makanan itu enak saja, tapi juga harus memperhatikan kecukupan gizi yang lainnya juga.

Mengkonsumsi nasi putih dengan mie instan menghasilkan kurang lebih sekitarn 750.000 kalori perporsi. Hal ini tidak baik bagi tubuh kita, apalagi yang sedang melaksanakan program diet. Secara normalnya, makanan yang masuk ke dalam tubuh kita di cerna akan menjadi gula dan akan menyebabkan pankreas kita menghasilkan hormon insulin. Jika kita makannya banyak dan kalorinya tinggi maka hormon insulinnya juga akan melonjak tinggi dan hal ini tidak baik, karena akan mengakibatkan pankreas kita overload atau mengalami "kelelahan" dan berakibat kerrusakan pankreas kemudian timbullah penyakit diabetes atau penyakit kencing manis.

Jadi bisa disimpulkan bahwa "bahaya makan mie dengan nasi mengakibatkan penyakit kencing manis". 


Walaupun Anda diet lemak dan protein tetapi Anda malas untuk olahraga dan beraktifitas, maka karbohidrat ini akan dipecah lagi menjadi lemak. Penumpukan lemak ini tidak hanya dihati, jika lemak yang jahat akan diproses (metabolisme) di sistem pencernaan dan akan dikirim ke hati. Nah jika lemak yang baik yang diproses kemudian di kirim kembali ke hati mungkin tidak masalah, nah bagaimana kalau lemak yahat yang diproses dan kemudian dikirim kembali ke hati? tentunya menjadi sesuatu yang tidak sehat bagi hati kita.

Selain itu, bahaya makan mie dengan mie instan adalah akan mengakibatkan obesitas. Jika ukuran lingkar perut lebih dari setengah tinggi badan akan memicu berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

Nah, walaupun kebiasaan makan mie instan dengan nasi ini kelihatannya sederhana, sebaiknya mulai diubah kebiasaan ini karena tidak baik bagi tubuh kita. Saran saya adalah lengkapi konsumsi karbohidrat dengan protein, lemak baik, vitamin dan mineral yang cukup.
http://drozindonesiatranstv.blogspot.com/2014/04/dr-oz-episode-bahaya-makan-mie-dengan.html

MAU TERUS SEMANGAT ?

Kata Kata Motivas
Ketidak beranian mengalami perubahan seringkali mengakibatkan tidak adanya kemajuan.
Hal yang paling penting untuk mencapai keberhasilan adalah berani memulainya.
Bersyukurlah untuk yang telah kita capai namun tetap semangat untuk yang belum kita capai.
Pelihara terus semangat untuk melakukan kebaikan, karena itu tidak akan sia-sia.
Ingat keraguan akan mengakibatkan kekalahan, namun keyakinan akan menghasilkan kemenangan.
Impian akan menjadi kenyataan bila kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.
Jangan kita hanya terpaku pada pintu yang tertutup, sehingga tidak melihat masih ada pintu lain yang terbuka.
Keberhasilan bukan berarti kita tidak pernah gagal, namun bangkit lagi setiap kali jatuh.
Adalah wajar jika anda bersedih karena kegagalan, namun ingat jangan pernah kesedihan itu membuat anda berputus asa.
Jangan awali hari dengan penyesalan hari kemarin, karena akan menggangu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok.
Kita tidak mungkin mencapai langkah yang ke seribu bila tidak diawali dengan langkah yang pertama.
Agar kita dapat meneruskan hidup dengan lebih baik, lupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
Takut gagal adalah penyebab terbesar tidak terlaksananya sebuah impian.
Jangan menyerah ketika yang diinginkan belum bisa didapatkan, karena sesuatu yang berharga biasanya tidak mudah untuk diraih.
Kita semua memiliki kesempatan untuk berhasil… asal, kita mau memperjuangkannya.
Lupakan kekecewaan, karena harapan di masa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.
Kita harus ingat bahwa kesempatan untuk berhasil itu selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali.
Jangan pernah memandang sebelah mata terhadap diri kita. Semua yang kita miliki adalah anugerah Tuhan yang pasti ada manfaatnya.
Puncak gunung tidak mungkin kita capai, hanya dengan memandangnya dari jauh.
Bila alasan kita bertindak itu kuat, benar dan baik, jangan khawatir halangan atau rintangan sebesar apapun bersama TUHAN pasti dapat kita atasi.
Gagal adalah ketika kita berhenti mencoba melakukan sesuatu. Selama kita belum berhenti, selalu ada peluang untuk berhasil.
Hidup di dunia ini hanya sementara. lebih baik kita gunakan waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain.
Tetaplah semangat, karena hidup anda berarti bagi yang lain.
Syukurilah apa yang telah kita miliki, dan jangan sesali apa yang belum kita capai.
Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan, bukan hanya diam di dermaga hingga lapuk. Demikian juga kita dilahirkankan untuk mengarungi kehidupan, bukan hanya berdiam dan menunggu kehidupan ini berakhir.
Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil; tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar.
Mari kita ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain, karena dengan cara berbagi maka hidup kita menjadi terasa lebih berarti.
Keberhasilan seringkali tidak terwujud, karena sikap putus asa dan menyerah.
Apapun yg kita terima adalah akibat dari yang telah kita lakukan. Sebab itu lakukanlah hal yang benar dengan cara yang baik, agar mendapat hasil yg baik pula.
Kita harus memiliki sikap seperti batu karang yang kokoh sekalipun dipukul ombak, bahkan sanggup menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu.
Salah satu keberhasilan yang dapat kita lakukan adalah membuat orang lain bahagia.
Ia yang mempunyai kesehatan, mempunyai harapan; dan ia yang mempunyai harapan, mempunyai segalanya
[Pepatah Cina]
Memaafkan memang takan mengubah masa lalu, tetapi pasti akan mempermudah masa depan.
Dalam hidup jangan paksa apa yg tidak bisa kita lakukan, lakukan saja apa yg bisa kita lakukan, biarkan Tuhan melakukan sisanya.
1 ons tindakan lebih berharga daripada 1 ton angan-angan.
Ingat hati yang gembira adalah obat, namun semangat yang patah akan mengeringkan tulang.
Jangan kita terbelenggu pada masa lalu kita, tetapi lupakan apa yang ada di belakang dan arahkan diri kepada apa yang di hadapan.
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
Keberhasilan tidak akan datang, bagi mereka yang hanya menunggu dengan tidak berbuat apa-apa, namun bagi mereka yang selalu berusaha mewujutkan mimpinya.
Tuhan menciptakan kita bukan untuk menjadi yang “kalah” namun menjadi “pemenang”, bahkan lebih dari “pemenang”.
Ingat kekuatiran tidak akan menyelesaikan masalah, hadapilah tantangan beserta dengan Tuhan.
Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada diri kita. Jangan biarkan kegagalan membuat kita frustasi.
Jangan pernah putus asa, karena harapan masih tetap ada, bila ada kesempatan sekecil apapun juga, maju terus dan tetap semangat.
Segera lepaskan dari keterbelengguan diri, untuk mencapai keberhasilan.
Kita perlu menyesal bila kita melakukan kesalahan, namun kita patut menyesali kalau kita yang membuat orang lain melakukan kesalahan.
Siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, berhati-hatilah supaya ia jangan jatuh.

KARAKTERKU "BERSEMANGAT"

Kegagalan itu muncul karena di awali rasa pesimis dan takut gagal atau tidak berani mencoba.
Ketidak beranian mengalami perubahan seringkali mengakibatkan tidak adanya kemajuan.
Salah satu kekuatan terbesar yang harus ada di dalam diri seorang manusia adalah rasa semangat. Memang untuk menumbuhkan rasa semangat itu mudah namun mempertahankan rasa semangat itu yang CUKUP susah, terkadang kita suka lupa sehingga diri menjadi sering putus asa. Namun, itu semua dapat di antisipasi dengan cara :
1. Memperjelas tujuan hidup anda, apakah anda ingin menjadi ORANG SUKSES DAN MAJU ? atau anda ingin menjadi ORANG BIASA BIASA SAJA ? atau anda ingin menjadi ORANG YANG GAGAL ? begitu kata dosen saya. 
2. Memiliki sosok panutan yang dapat kita jadikan sosok penyemangat diri
3. Mulailah dengan keberanian, hilangkan rasa kurang PD ataupun PESIMIS
4. Fokus lah pada keinginan anda, jangan menjadi diri yang LABIL sehingga nantinya anda tidak mendapatkan apa apa. 
5. Berpegang teguh lah pada kemampuan diri anda, dan BE YOUR SELF !!!
So, kesimpulannya yang terpenting adalah hidup tuh ya harus jelas TUJUANNYA, mulailah dengan BISMILLAH, YAKIN kalau semangat itu terus ada dan semua itu dapat terapai.
Sekian

KARAKTERKU "MENGENDALIKAN DIRI"


Sebagai manusia yang berkompeten dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya, alngkah baiknya jika hidupnya selalu di iringi dengan pengendalian diri. Tanpa pengendalian diri, hidup seseorang akan tidak jelas, seakan akan hidup itu LIBERALISM atau bebas tanpa adanya aturan aturan ataupun batasan. Apalagi, zaman sekarang sudah banyak generasi bangsa yang kurang pengendalian terhdapa dirinya,. Contohnya saja, ketika seorang remaja sekolah yang sudah jelas tugasnya itu adalah sekolah dan belajar, namun ketika temannya mengajak untuk bolos, ia mau saja. Itulah contoh dari kurangnya pengendalian diri, oleh karena itu seorang manusia harus punya pendirian sehingga dirinya dapat terkendali dan tidak mudah di INTERVENSI oleh orang lain.
Sekian.