Apa definisi dari Teori Totalitas?
Jawaban:
Implikasi dari pendekatan totalitas adalah perusahaan menempuh strategi penjualan maksimum (maximum selling). Sebab semakin besar penjualan makin besar laba yang diperoleh. Hanya saja sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output tadi dibandingkan dengan potensi permintaan efektif.
Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Jika harga jual per unit output (P) dan jumlah unit output yang terjual (Q), maka TR = P.Q. Biaya total adalah jumlah biaya tetap (FC) ditambah biaya variable per unit(v) dikali biaya variable per unit, sehingga:
π = P.Q – (FC + v.Q)
Sumber:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/memaksimumkan-laba-pendapatan-maksimum/
Tuesday, 24 March 2015
TEORI RATA RATA MEMAKSIMUMKAN LABA
SOAL :
Fungsi permintaan seorang prodesen dalam menjual outputnya adalah sbb:
Q = 14 – P
Dalam Produksi ia mengeluarkan biaya tetap sebesar 35 (smu) dan biaya variable dinyatakan dalan fungsi :
TVC = -16Q + 2Q2
Pertanyaan :
a) Hitunglah jumlah output optimum (yang mengdatangkan laba maksimum) ?
b) Berapakah besarnya penerimaan marginal (MR) pada output tersebut ?
c) Berapa besarnya biaya rata-rata per output (AC) pada kondisi (a) diatas ?
d) Hitung besarnya laba maksimum pada kondisi (a) di atas ?
Jawab :a) Syarat output optimum : MR=MC
MR = dTR/dQ dan MC = dTC
Q = 14 – P P = 14 – Q
TR = P.Q TC = TFC + TVC
= (14 – Q)Q = 35 + (-16Q + 2Q2)
= 14Q – Q2 = 35 – 16Q + 2Q2
MR = 14 – 2Q MC = -16 + 4Q
14 – 2Q = -16 + 4Q
30 = 6Q
Q = 5 output optimum
b) MR = 14 – 2Q
= 14 – 2.5 = 4 (smu)
c) AC = TC/Q = (35- 16Q + 2Q2)/Q
= (35 – 16.5 + 2.52)/5
= (35 – 80 + 50)/5
= 1
d) = TR – TC
= 14Q – Q2 – (35 – 16Q + 2Q2)
= 14.5 – 52 – (35 – 16.5 + 2.52)
= 70 – 25 – 35 + 80 – 50
= 40
Fungsi permintaan seorang prodesen dalam menjual outputnya adalah sbb:
Q = 14 – P
Dalam Produksi ia mengeluarkan biaya tetap sebesar 35 (smu) dan biaya variable dinyatakan dalan fungsi :
TVC = -16Q + 2Q2
Pertanyaan :
a) Hitunglah jumlah output optimum (yang mengdatangkan laba maksimum) ?
b) Berapakah besarnya penerimaan marginal (MR) pada output tersebut ?
c) Berapa besarnya biaya rata-rata per output (AC) pada kondisi (a) diatas ?
d) Hitung besarnya laba maksimum pada kondisi (a) di atas ?
Jawab :a) Syarat output optimum : MR=MC
MR = dTR/dQ dan MC = dTC
Q = 14 – P P = 14 – Q
TR = P.Q TC = TFC + TVC
= (14 – Q)Q = 35 + (-16Q + 2Q2)
= 14Q – Q2 = 35 – 16Q + 2Q2
MR = 14 – 2Q MC = -16 + 4Q
14 – 2Q = -16 + 4Q
30 = 6Q
Q = 5 output optimum
b) MR = 14 – 2Q
= 14 – 2.5 = 4 (smu)
c) AC = TC/Q = (35- 16Q + 2Q2)/Q
= (35 – 16.5 + 2.52)/5
= (35 – 80 + 50)/5
= 1
d) = TR – TC
= 14Q – Q2 – (35 – 16Q + 2Q2)
= 14.5 – 52 – (35 – 16.5 + 2.52)
= 70 – 25 – 35 + 80 – 50
= 40
TEORI TOTALITAS MEMAKSIMUMKAN LABA
Lahan parkir suatu tempat pariwisata dapat menampung mobil sedan dan bus sebanyak 50 kendaraan. Lahan yang digunakan untuk parkir luasnya 210 m. Lahan parkir yang digunakan untuk satu mobil sedan luasnya 3 m <persegi> dan satu bus luasnya 6 m. jika bianya parkir satu sedan Rp5000 dan satu bus Rp10.000 maka pendapatan maksimum yang diperoleh dari parkir adalah...
Program linear
x = mobil
y = bus
tujuan:
maksimum z = 5000 x + 10000 y
kendala:
x + y ≤ 50............jumlah kendaraan
3x + 6y ≤ 210.......luas lahan
x ≥ 0
y ≥ 0
titik potong
3x + 6y = 210..|x1|...3x + 6y = 210
x + y = 50.......|x3|...3x + 3y = 150
―――――――――――――――― -
.....3y = 60
.......y = 20
--> x = 30
Uji titik pojok..z
(0,0)..............z = 0
(50, 0)...........z = 250.00
(30, 20).........z = 150.000 + 200.000 = 350.000
(0, 35)...........z = 350.000
Pendapatan maksimum sebesar Rp. 350.000
SUMBER : Buku Makroekonomi, Karangan N. Gerory MAnkiw, Penerbit : Erlangga
Program linear
x = mobil
y = bus
tujuan:
maksimum z = 5000 x + 10000 y
kendala:
x + y ≤ 50............jumlah kendaraan
3x + 6y ≤ 210.......luas lahan
x ≥ 0
y ≥ 0
titik potong
3x + 6y = 210..|x1|...3x + 6y = 210
x + y = 50.......|x3|...3x + 3y = 150
―――――――――――――――― -
.....3y = 60
.......y = 20
--> x = 30
Uji titik pojok..z
(0,0)..............z = 0
(50, 0)...........z = 250.00
(30, 20).........z = 150.000 + 200.000 = 350.000
(0, 35)...........z = 350.000
Pendapatan maksimum sebesar Rp. 350.000
SUMBER : Buku Makroekonomi, Karangan N. Gerory MAnkiw, Penerbit : Erlangga
MEMAKSIMUMKAN LABA (1)
SOAL
PT Tani Makmur ingin menanam singkong di Lampung. Produk singkong akan dibeli di lahan oleh produsen tapioka seharga Rp150,00 per kilogram. Setiap hektar diperkirakan menghasilkan singkong minimal 25 ton. Berdasarkan studi pendahuluan, biaya produksi seperti di bawah ini:
PT Tani Makmur ingin menanam singkong di Lampung. Produk singkong akan dibeli di lahan oleh produsen tapioka seharga Rp150,00 per kilogram. Setiap hektar diperkirakan menghasilkan singkong minimal 25 ton. Berdasarkan studi pendahuluan, biaya produksi seperti di bawah ini:
a. Biaya persiapan lahan: Rp500.000,00 per hektar.
b. Biaya penanaman dan perawatan (termasuk pupuk dan obat-obatan) serta tenaga kerja: Rp1.000.000,00 per hektar.
c. Biaya panen (pencabutan, pemotongan): Rp.10,00 per kg.
Jika perusahaan menargetkan keuntungan sebesar Rp 1.000.000.000,00 pada musim tanam mendatang, berapa hektar singkong yang harus ditanam?
Jawaban :
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung biaya rata-rata per kilogram singkong, sampai siap dijual di lahan. Karena yang sudah ketahui hanya biaya panen per kg, kita harus menghitung biaya rata-rata : kilogram persiapan lahan dan penanaman. Dari data-data di atas diketahui bahwa biaya persiapan lahan, penanaman dan perawatan adalah Rp. 1.500.000,00 per hektar. Jika per hektar lahan menghasilkan 25 ton singkong, maka biaya rata-rata persiapan, penanaman dan perawatan adalah Rp.60,00 per kilogram. Sehingga biaya rata-rata per kilogram (AC) adalah Rp.60,00 + Rpl0,00 sama dengan Rp70,00.
Karena harga jual singkong (P) adalah Rp150,00 per kilogram, maka
π = (P - AC ).Q (7.6)
1.000.000.000 = (150 - 70).Q
Q = (1.000.000.000: 80) kg
= 12.500.000 kg
= 12.500 ton
Jumlah singkong yang harus dihasilkan untuk mencapai laba Rpl miliar adalah 12.500 ton. Karena per hektar menghasilkan 25 ton, maka jumlah yang harus ditanam adalah 500 hektar.
MODEL PRODUKSI SATU dan DUA FAKTOR PRODUKSI VARIABEL
Apa perbedaan model produksi satu variabel dengan dua variable ?
Jawaban :
Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap faktor produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja.
Sedangkan, model 2 faktor produksi variabel dalam studi ekonomi yang lebih lanjut, pembahasan alokasi faktor-faktor produksi (lebih dari dua macam faktor produksi) secara efisien akan menggunakan model ekonometrika. Dalam model produksi dua faktor produksi variabel ini, analisis cukup manggunakan penjelasan grafis dan matematika sederhana.
Sumber : http://bobbyalfansyuri.blogspot.com/2013/06/perilaku-produsen-teori-produksi-biaya.html#sthash.eGwOuIux.dpuf
Jawaban :
Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap faktor produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja.
Sedangkan, model 2 faktor produksi variabel dalam studi ekonomi yang lebih lanjut, pembahasan alokasi faktor-faktor produksi (lebih dari dua macam faktor produksi) secara efisien akan menggunakan model ekonometrika. Dalam model produksi dua faktor produksi variabel ini, analisis cukup manggunakan penjelasan grafis dan matematika sederhana.
Sumber : http://bobbyalfansyuri.blogspot.com/2013/06/perilaku-produsen-teori-produksi-biaya.html#sthash.eGwOuIux.dpuf
SOAL DAN PEMBAHASAN TEORI PRODUKSI JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Sebuah pabrik Sandal dengan Merk " Idaman" mempunyai biaya tetap (FC) = 1.000.000; biaya untuk membuat sebuah sandal Rp 500; apabila sandal tersebut dijual dengan harga Rp 1.000, maka:
Ditanya:
a. Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.
b. Pada saat kapan pabrik sandal mencapai BEP.
c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 unit.
Jawab:
a. FC = Rp 1.000.000
VC= Rp 500.
Fungsi biaya variabel VC = 500 Q ...............(1)
Fungsi biaya total C = FC + VC -----> C = 1.000.000 + 500 Q ............(2) Fungsi penerimaan total TR = P.Q -----> TR = 1.000 Q .....................(3)
b. Break Even Point terjadi pada saat TR = TC
Ditanya:
a. Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.
b. Pada saat kapan pabrik sandal mencapai BEP.
c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 unit.
Jawab:
a. FC = Rp 1.000.000
VC= Rp 500.
Fungsi biaya variabel VC = 500 Q ...............(1)
Fungsi biaya total C = FC + VC -----> C = 1.000.000 + 500 Q ............(2) Fungsi penerimaan total TR = P.Q -----> TR = 1.000 Q .....................(3)
b. Break Even Point terjadi pada saat TR = TC
1.000 Q = Rp 1.000.000 + 500 Q
1.000 Q - 500 Q = 1.000.000
500 Q = 1.000.000
Q = 2.000 unit
Pabrik roti akan mengalami BEP pada saat Q = 2.000 unit
Pada biaya total C = 1.000.000 + 500 ( 2.000)
C = 2.000.000
c.c. Pada saat memproduksi Q = 9000 unit
TR = P.Q
= 1.000 X 9.000
= 9.000.000
C = 1.000.000 + 500 (Q)
= 1.000.000 + 500 ( 9.000)
= 1.000.000 + 4500.000
= 5.500.000
Bila TR > TC, maka keadaan laba / untung.
Laba = TR – TC
= 9.000.00 - 5.500.000
= 3.500.000
Bila hanya memproduksi 1.500 unit maka akan mengalami kerugian sebesar :
Rugi = TR – TC
= 1.000 (1.500) - 1.000.000 + 500 ( 1.500)
= 1.500.000 - 1.750.000
= 250.000
Tuesday, 3 March 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)