Tuesday, 16 June 2015

14.1 Pemahaman Kebijakan Moneter (2)

Sebutkan Perangkat/Sarana/Instrumen Kebijakan Moneter !
Jawab :
  1. Cadangan wajib minimum (reserve requirement) atau Giro Wajib Minimum (GWM).
  2. Kebijakan diskonto (discount policy) dengan menaikan atau menurunkan tingkat bunga diskonto.
  3. Operasi pasar terbuka (open market operation) dengan jual beli surat-surat berharga seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia), SBPU (Sertifikat Berharga Pasar Uang), dan lain-lain.
  4. Kredit selektif dengan memprioritaskan pemberian kredit pada sektor-sektor tertentu.
  5. Himbauan moral (moral suasion)
Gambar :


Contoh kasus :
 
Sumber :
http://kamusinfo.blogspot.com/2010/01/kebijakan-moneter.html
materiekonomi.com
id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_moneter
https://sman1waledcirebon.files.wordpress.com
https://ml.scribd.com/doc/.../Modul-Ekonomi-Sma-Kelas-x-Semester-2  

14.1 Pemahaman Kebijakan Moneter

Sebutkan dan jelaskan jenis jenis kebijakan moneter :
  • Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary expansive policy) : Kebijakan moneter ekspansif adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif juga disebut dengan kebijakan moneter longgar (easy money policy). 
  • Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy) : Kebijakan moneter kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Kebijakan moneter kontraktif disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

Gambar :
 
Contoh kasus :
Di Negara Indonesia, saat ini keberadaan kasus Bank Century tidak dapat dipungkiri telah menjadi perhatian masyarakat luas. Kasus Bank Century telah membuka mata public tentang seluk beluk perbankan di Indonesia. Kasus ini menjadi perhatian luas karena telah menelan jumlah besar uang Negara untuk menyelamatkan Bank Century dari keterpurukan. Kasus Bank Century menjadi menarik karena dalam  kasus ini menggambarkan peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral memainkan peranannya dalam menyelamatkan stabilitas perbankan di Indonesia. Dalam hal ini Bank Indonesia membantu likuiditas Bank Century dengan memberikan pinjaman jangka pendek pada tgl 14 Nov 2008 dengan syarat pemegang saham mayoritas Bank Century harus menepati Letter of Commitment. BI juga yang memiliki kewenangan memutuskan Bank Century sebagai bank gagal sehingga perlu diberi dana talangan.

Sumber :
http://www.organisasi.org/1970/01/definisi-pengertian-kebijakan-moneter-dan-kebijakan-fiskal-instrumen-serta-penjelasannya.html
http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-jenis-tujuan-moneter-macam-macam.html
ntanispratiwi.blogspot.com
https://shiningwiris.wordpress.com
 eda402.weblog.esaunggul.ac.id

11.1 UANG (2)

Jenis bank dari segi menentukan harga secara lengkap (minimal tiga perbedaan)
Jenis bank dari segi menentukan harga:
a.       Bank yang berdasarkan Prinsip konvensional
-          Terpengaruh budaya kolonia belanda (barat)
-          Spread based: menetapkan bunga sebagai harga jual, baik untuk produk simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito serta harga beli untuk produk pinjamannya (kredit)
-          Fee based: untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan konvensional menggunakan atau menerapkan berbagai biaya dalam nominal atau persentase tertentu, seperti biaya administrasi, biaya provisi, sewa iuran, dan biaya-biaya lainnya.
b.      Bank yang berdasarkan prinsip syariah
-          Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah)
-          Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah)
-          Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah)
-          Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah)
-          Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak Bank olh pihak lain (ijarah wa iqtina)
    
Gambar
 

Contoh Kasus :

JAKARTA, KOMPAS.com — Dakwaan terhadap Irjen Djoko Susilo dinilai cacat hukum oleh pengacaranya terkait pengenaan pasal pencucian uang. Selain mempersoalkan penyidikan dilakukan atas aset sebelum 2011 atau sebelum pengadaan simulator SIM, pengacara Djoko pun menilai KPK tak mempunyai kewenangan menggunakan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Apa tanggapan KPK? 
"Di dalam UU TPPU, penegak hukum boleh mencurigai kalau harta itu diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi. (Dalam kasus Djoko) karena tak sesuai dengan pendapatannya selama bekerja di Polri," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Selasa (23/4/2013). Dia mengatakan, Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) yang disahkan pada 2002 memberikan kewenangan kepada setiap penegak hukum untuk mencurigai harta terdakwa yang diduga diperoleh dari korupsi.
Menurut Johan, baru menjadi kesalahan bila pasal pencucian uang dikenakan untuk harta milik terdakwa yang didapat sebelum 2002, atau sebelum UU TPPU diundangkan. "Kalau itu tidak boleh sebelum ada asas legalitasnya," katanya.
Johan menambahkan, bukan kali ini saja seorang jaksa KPK menerapkan pasal TPPU. Dia menyebutkan contoh kasus pajak dengan terdakwa Bahasyim Assifie yang disidangkan pada 2010. "Kasus Bahasyim, TPPU diterapkan bahkan sampai tahun 2005 diusutnya," ujarnya.
Pengacara Djoko Santoso, Juniver Girsang, menilai KPK tidak berwenang menyidik aset kliennya yang diperoleh sebelum 2011. Korupsi yang dituduhkan kepada Djoko adalah terkait pengadaan simulator SIM pada 2011.
Selain itu, Juniver menilai KPK tidak berwenang menggunakan UU TPPU. "KPK menggunakan TPPU (tindak pidana pencucian uang) 2002 dan 2003, ini tidak ada kewenangan KPK karena KPK belum terbentuk di 2002 dan 2003," kata dia.
Menurut Juniver, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang tersebut tidak menyebutkan kewenangan KPK untuk mengusut pencucian uang. "Tentu dengan demikian, tuduhan yang mengaitkan di luar 2011 bukan kewenangan KPK atau disebut cacat hukum," tambahnya.
Juniver juga membantah bagian dakwaan KPK yang mengatakan bahwa Djoko memerintahkan mark up atau penggelembungan harga proyek simulator roda dua dan roda empat. Tim pengacara Djoko akan menyampaikan tanggapan atas dakwaan jaksa KPK ini melalui nota keberatan atau eksepsi, yang dijadwalkan akan dibacakan pada 30 April 2013.
Tim jaksa KPK mendakwa Djoko melakukan korupsi proyek simulator SIM dan pencucian uang. Aset Djoko yang dipersoalkan jaksa KPK tak hanya harta perolehan semasa Djoko menjabat sebagai Kepala Korlantas Polri pada 15 September 2010 hingga 23 Februari 2012.
Nilai aset yang dimasukkan dalam dakwaan mencapai lebih dari Rp 100 miliar. Selain aset semasa Djoko menjadi Kepala Korlantas, KPK juga memasukkan aset dari masa sebelum dan sesudah Djoko memangku jabatan itu. Batas awal aset yang disidik adalah perolehan mulai 2002. Selepas menjadi Kepala Korlantas Polri, Djoko menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian.
 
Sumber :
ilmuonline.net
http://www.carajadikaya.com/perbedaan-bank-konvensional-dengan-bank-syariah/
http://princessdiaryssptrsyh.blogspot.com/2015/04/contoh-soal-dan-pembahasan-lkbb.html
http://94genia.blogspot.com/2014/01/soal-bank-dan-lembaga-keuangan-non-bank.html
94genia.blogspot.com 

11.1 UANG

Sebutkan dan Jelaskan jenis jenis Bank :
Jenis Bank dari segi fungsinya:
Menurut UU Pokok Perbankan Nomor 14/1967:
a.       Bank umum
b.      Bank pembangunan
c.       Bank tabungan
d.      Bank pasar
e.      Bank desa
f.        Lumbung desa
g.       Bank pegawai
h.      Dan bank jenis lainnya
Menurut UU Pokok Perbankan Nomor 7/1992 dan ditegaskan UU RI Nomor 10/1998:
a.       Bank Umum à bank pembangunan dan bank tabungan.
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegitan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
b.      Bank Perkreditan Rakyat (BPR) à bank pasar, bank desa, lumbung desa, bank pegawai.
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Grafik : 


Contoh Kasus :
TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini dijerat dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang. Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP mengatakan, Rudi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang sejak 12 November 2013.

"Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan korupsi dalam kegiatan SKK Migas, penyidik menemukan indikasi dan bukti permulaan cukup dugaan terjadinya pencucian uang untuk tersangka," kata Johan, Kamis, 14 November 2013.

Johan mengatakan Rudi diduga melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dalam pasal ini disebutkan orang yang mengalihkan uang hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyamarkan asal-usul harta kekayaan dikenai tindak pidana pencucian uang. Dengan beleid ini, Rudi terancam pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

KPK juga menetapkan tersangka Deviardi melakukan tindakan pencucian uang. Hari ini, penyidik memanggil enam orang dari money changer PT Dua Putra Valutama sebagai saksi dalam kasus pencucian uang dengan tersangka Rudi Rubiandini.

Rudi dicocok KPK di rumahnya pada Agustus lalu bersama Deviardi, seorang pelatih golf . Ketika ditangkap, KPK menemukan uang US$ 400 ribu. Uang itu diduga bagian dari paket suap senilai US$ 700 ribu dari PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia. Uang sebesar US$ 300 ribu disebut telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. KPK juga menangkap Komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya. Rudi, Deviardi, dan Simon telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Pada persidangan untuk terdakwa Simon, Senin lalu, Executive Finance Kernel Indonesia Prima Hasim mengungkapkan ada instruksi untuk mencatat pengeluaran perusahaan sebesar US$ 700 ribu yang digunakan untuk menyuap bekas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini sebagai utang-piutang. "Instruksi surat utang-piutang US$ 300 ribu, yang berutang Bu Mevi Ratanachaitong, cash flow US$ 300 ribu," kata Prima.


Sumber :
http://www.slideshare.net/aristaashari/contoh-soal-ekonomi-lengkap-dengan-kunci-jawaban
http://soalipsdansejarah.blogspot.com/2014/10/contoh-soal-dan-pembahasan-tentang.html
https://nurulanissa.wordpress.com/2012/04/24/contoh-soal-ekonomi-dan-akuntansi-beserta-pembahasan/
fatmawahyuningsih.blogspot.com
princessdiaryssptrsyh.blogspot.com

9.1 Pemahaman Konsumsi (2)

Michael Essien, memiliki pendapatan sebesar $ 1,000,000 dengan pendapatan hasil bermainnya di klub besar Real Madrid, dia mengkonsumsi banyak benda dengan menghabiskan $ 1,300,000. Tapi ketika dia naik gaji karena berhasil menjebol gawang Hendro Kartiko, pendapatannya naik menjadi $ 1,250,000 tapi besar konsumsinya pun naik demi memenuhi hasrat laparnya sebesar $ 1,500,000. Tentukan pendapatan Essien pada titik keseimbangan antara pendapatan dan konsumsi yang dilakukan Essien !
Jawab  :
Diketahui       :
Y1       =        1.000.000
Y2       =        1.250.000
C1       =        1.300.000
C2       =        1.500.000
Ditanya                   :
Pendapatan pada titik keseimbangan
Jawab           :
 
 Contoh kasus :
Analisis perilaku konsumen dalam pembelian suatu merek

telepon seluler.



Perkembangan telepon seluler telah bertambah pesat di mana telah banyak orang telah memerlukan produk ini, roduk ini menjadi produk yang sangat di perlukan menjadikan produk ini berkembang pesat di pasaran. Produk telepon seluler telah memasuki kehidupan masyarakat dan telah menjadi kebutuhan pokok. Bahkan telah menjangkau ke setiap lapisan masyarakat. Hal tersebut mendorong pengusaha yang bergerak di bidang telepon seluler untuk dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen akan produk telepon seluler tersebut. Perkembangan tekhnologi menjadikan banyaknya perusahaan yang memproduksi bahkan perusahaan elektronik yang dulunya tidak memproduksi telpon seluler kini sudah memproduksi telepon seluler. Banyaknya merek yang tersedia di pasar menjadikan persaingan yang ada sangat ketat di antara perusahaan-perusahaan yang memproduksi telepon seluler.

            Pembelian telepon seluler oleh konsumen di lakukan dengan terlebih dahulu melalui tahap-tahap dalam proses keputusan pembelian. Pada tahap pengenalan kebutuhan sebagian besar konsumen menyatakan bahwa mempermudah komunikasi merupakan motivasi atau alasan utama mereka dalam membeli telepon seluler. Manfaat utama yang di cari sebagian besar konsumen pada saat membeli telepon seluler adalah manfaat ( fungsional ) yaitu sebagai alat komunikasi mobile ( bergerak ) yang dapat di bawa kemana saja, setelah mengenali adanya kebutuhan akan telepon seluler, konsumen akan melakukan tahap pencarian informasi, sebagian besar konsumen menyatakan bahwa sumber informasi utamanya adalah teman dan banyak di pengaruhi media cetak dan aspek yang paling di cari dari informasi itu adalah mengenai focus perhatian pada fitur yang tersedia dalam produk telepon seluler tersebut. Pada tahap evaluasi alternative yang menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian adalah harga lalu mengidentifikasi telepon seluler yang berkualitas adalah dengan melihat fitur yang ada. Setelah melakukan tahap evaluasi alternative, konsumen akan melakukan proses pembelian. 

           Dari tahap pembelian yang telah di lakukan oleh konsumen akhirnya sampai ke tahap evaluasi pascapembelian di mana konsumen akan mengevaluasi apakah hasil yang di peroleh dari pembelian tersebut memuaskan atau tidak. Dan perilaku konsumen tidak hanya berfokus pada atribut produk saja akan tetapi masih banyak  factor lainnya seperti segmen pasar yang di tuju, lokasi  atau factor budaya. Karena biasanya konsumen akan lebih memilih tempat pembelian yang menjual produknya dengan kualitas yang terjamin, adapun pembelian cara konsumen dalam memutuskan pembelian telepon seluler adalah terencana di mana mereka akan menyediakan waktu khusus untuk membeli telepon seluler tersebut.

Usaha untuk merebut segmen pasar harus selalu di lakukan dan di perbaharui. Untuk itu perusahaan penting untuk lebih mengenal konsumen dan berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk telepon seluler. Hal ini di lakukan demi kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Oleh karenanya pemasar yang baik harus dapat memperhatikan hal ini, sebab dalam proses pembelian konsumen mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menentukan terjadinya suatu transaksi pembelian. Konsumen secara kuat di pengaruhi oleh faktor budaya, social, pribadi, psikologis, faktor-faktor tersebut harus di perhitungkan oleh pemasar dalam mendukung tujuan perusahaan yaitu menjual produknya kepada konsumen.



Sumber : http://ringkasanok.blogspot.com/2013/04/materi-ulangan-ekonomi-tentang-konsumsi.html
http://hendridwirus.blogspot.com/2012/10/contoh-kasus-perilaku-konsumen.html
http://www.plengdut.com/2013/02/kurva-permintaan-investasi.html
http://ringkasanok.blogspot.com/2013/04/materi-ulangan-ekonomi-tentang-konsumsi.html
ringkasanok.blogspot.com
sunarto.staff.gunadarma.ac.id
ecoecotrans.blogspot.com         

9.1 Pemahaman Konsumsi

Saat YoonA memiliki pendapatan sebesar $ 5,000, dia memiliki tabungan sebesar $ 1,500 . Kemudian, pendapatan Badrun naik menjadi $ 8,000, karena itu tabungannya naik menjadi $ 2,700. Tentukan fungsi konsumsi dari YoonA!
Diketahui       :
Y1       =        5000
Y2       =        8000
S1       =        1500
S2       =        2700
Ditanya                   :
Fungsi Konsumsi
Jawab            :

Masukkan ke rumus fungsi konsumsi :     
 
Contoh Kasus :
Pada tahun 1994, untuk menunjukkan keuntungan-keuntungan dari pemerintahan komunis, pemerintah Cina mengundang pemanufaktur mobil seluruh dunia untuk membuat rencana desain mobil untuk memenuhi kebutuhan populasinya yang padat. Satu gelombang kekayaan baru tiba-tiba menciptakan sejumlah besar keluarga kalangan menegah Cina dengan cukup uang untuk membeli dan merawat mobil pribadi. Cina siap bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing untuk menciptakan dan mengoperasikan pabrik-pabrik mobil di wilayahnya. Pabrik-pabrik ini tidak hanya memproduksi mobil untuk persediaan pasar internal Cina, namun juga membuat mobil-mobil untuk ekspor ke luar negeri dan yang pasti mampu menghasilkan ribuan lapangan kerja baru.
Pemerintah Cina mensyaratkan bahwa mobil baru yang akan diproduksi harganya harus lebih dari $5000, berukuran kecil, cukup untuk keluarga dengan satu anak, cukup kuat untuk bertahan melewati jalanan Cina yang terbilang kurang baik, tidak hanya menghasilkan polusi, menggunakan suku cadang yang sebagian besar buatan Cina, dan diproduksi melalui perjanjian kerja sama antara Cina dengan perusahaan asing. Para ahli mengantisipasi bahwa pabrik-pabrik baru ini tidak akan banyak menggunakan otomatisasi, namun menggunakan teknologi padat karya agar bisa memanfaatkan tenaga kerja Cina yang murah.  
Pasar Cina merupakan peluang yang sangat baik bagi General Motors, Ford, dan Chysler, serta perusahaan-perusahaan mobil terkemuka di Jepang, Eropa, dan Korea. Dengan populasi 1,2 miliar jiwa dan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun hampir dua digit, Cina memperkirakan bahwa dalam 40 tahun ke depan, antara 200 sampai 300 juta kendaraan bermotor akan dibeli oleh warga Cina. 
Namun demikian, kalangan pecinta lingkungan menentang keinginan pemanufakturan mobil untuk menjawab panggilan pemerintah Cina. Menurut mereka, pasar energy dunia, khususnya minyak, sebagian besar didasarkan pada fakta bahwa Cina, dengan populasinya yang besar, menggunkan tingkat energi yang relatif sedikit. Pada tahun 1994, konsumsi minyak per individu di Cina hanya seperenam Jepang, dan seperempat Taiwan. Jika konsumsi di Cina naik hanya dalam tingkat sedang sekalipun seperti tingkat konsumsi di Korea Selatan, maka Cina akan mengkonsumsi dua kali jumlah minyak yang dikonsumsi Amerika Serikat. Saat ini, Amerika mengkonsumsi seperempat persediaan minyak tahunan dunia, dan sekitar separuhnya diimpor dari negara lain. 
Seberapa pun bebas-polusinya deain mobil baru tersebut, pengaruh kumulatif terhadap lingkungan dari semakin banyaknya mobil di dunia tidak akan bisa dihindari. Bahkan mobil-mobil bebas polusi menghasilkan karbon dioksida saat pembakaran bahan bakar, sehingga otomatis semakin memperburuk pengaruh rumah kaca. Para teknisi menyatakan bahwa akan cukup sulit, jika tidak bisa dikatakan tidak mungkin, untuk memproduksi mobil bebas-polusi seharga di bawah $5000. Konverter catalytic saja, yang bertugas menekan polusi, harganya $200 per mobil. Sebagai tambahan, pengilangan minyak Cina di desain untuk menghasilkan bensin dengan kadar timah yang tinggi. Dan untuk mengubahnya agar bisa memproduksi bensin dengan kadar timah yang rendah diperlukan investasi yang kemungkinan besar tidak ingin dilakukan oleh pemerintah Cina.
Sebagian perusahaan mobil mempertimbangkan membuat desain mobil listrik karena Cina memiliki cadangan batu bara yang melimpah dan bisa dipakai untuk menghasilkan listrik. Pembangunan sistem pembangkit listrik seperti ini juga memerlukan investasi raksasa yang kemungkinan besar juga tidak diminta pemerintah Cina. Lebih jauh lagi, karena batu bara termasuk bahan bakar fosil, maka mengganti mobil berbahan bakar minyak dengan mobil listrik namun menggunakan pembakaran batu bara, tetap saja akan menghasilkan jumlah karbon dioksida yang cukup besar ke atmosfer. 
Banyak pejabat pemerintah yang juga menghawatirkan implikasi-implikasi politik setelah Cina menjadi konsumen minyak terbesar dunia. Jika Cina menambah konsumsi minyak, maka mereka harus mengimpor semuanya dari negera-negara eksporter minyak dunia, dan ini membawa risiko-risiko politik, ekonomi, militer yang lumayan besar. Banyak pejabat yang menghawatirkan kalau-kalau Cina nanti akan menjual senjata untuk membeli minyak dari Iran dan Irak, yang dalam hal ini akan memperbesar risiko terjadinya konfrontasi militer. Pendek kata, karena persediaan minyak dunia terbatas, kenaikan permintaan kemungkinan besar akan menaikan potensi konflik.
Analisis:
Dari kasus ini, pendekatan yang paling baik menurut kami adalah biaya dan keuntungan. Teknologi pengendalian polusi berhasil mengembangkan metode-metode yang efektif, namun biaya yg diperlukan relatif mahal. Teknik pengendalian polusi udara termasuk penggunaan bahan bakar dan prosedur pembakaran yang lebih bersih menggunakan filter atau penyaring polusi. Namun, ada kemungkinan para produsen mobil tersebut melakukan investasi terlalu besar untuk perlatan pengendalian polusi. Biaya dari kerugian yang diakibatkan dari bahan pencemar ini sangat tinggi.
Kesimpulan: 
a. Jika dilihat dari sudut pandang etika, perusahaan-perusahaan mobil dunia menyerahkan rancangan mobil mereka ke Cina merupakan sesuatu yang tidak bisa dipandang sebagai hal yang salah. Hubungan antara dua atau beberapa pihak yang sehat, pada dasarnya asas saling memberi dan menerima (take and give) harus berupaya diwujudkan.
b. Pendekatan yang paling baik adalah biaya dan keuntungan. Tekonologi pengendalian polusi berhasil mengembangkan metode-metode yang efektif, namun biaya yg diperlukan relatif mahal. Teknik pengendalian polusi udara termasuk penggunaan bahan bakar dan prosedur pembakaran yang lebih bersih menggunakan filter atau penyaring polusi. Namun, ada kemungkinan para produsen mobil tersebut melakukan investasi terlalu besar untuk perlatan pengendalian polusi.
c.   Tindakan intervensi merupakan tindakan yang wajar apabila suatu negara seperti Amerika Serikat guna membantu keberhasilan upaya perusahaan asal negara yang melakukan kerja sama ekonomi di luar negeri, dalam hal ini negara Cina. Karena setiap negara pada dasarnya selalu ingin memperjuangkan kepentingannya dan memperoleh keuntungan politis dan ekonomi dalam hubungannya dengan negara lain dan hendaknya diupayakan agar terlihat sebagai hal yang bukan sebagai intervensi, sehingga tetap terkesan elegan di mata dunia internasional.
d.  Berdasarkan kasus diatas dapat dikatakan bahwa kasus ini berhubungan dengan metode ilmiah, karena kasus tersebut mempunyai data dan fakta.
Sumber :
http://www.plengdut.com/2013/02/kurva-permintaan-investasi.html
http://ringkasanok.blogspot.com/2013/04/materi-ulangan-ekonomi-tentang-konsumsi.html
ringkasanok.blogspot.com
sunarto.staff.gunadarma.ac.id
ecoecotrans.blogspot.com 
http://feelinbali.blogspot.com          

13.1 Inflasi

IHK bulan Agustus 2009 sebesar 115,34 dan IHK pada bulan september 2009 seesar 125,30, maka laju inflasi bulan september adalah ....
Jawab :

            50.000
IHK = ---------- x 100% = 125%
            40.000

Laju inflasi = 125,30 - 115,34 = 9.96%


Contoh Kasus :

Kendalikan Inflasi, Kasus Bawang Jangan Terulang
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengingatkan kepada pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan barang khususnya produk hortikultura dan bahan pokok di pasar. Jika stok tidak aman, harga naik, maka inflasi akan melonjak.
"Keseimbangan supply dan demand-nya harus tetap terjaga. Meski kita banyak yang impor, jangan sampai kasus bawang terulang kembali," kata Hatta saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (31/5/2013).
Beberapa bulan lalu, harga bawang baik bawang merah maupun bawang putih sempat melonjak akibat ketidakadaan stok barang di pasar. Akibatnya, pemerintah harus melakukan impor, khususnya bawang putih untuk menstabilkan harga. Bulan Mei ini, Hatta mengharapkan agar inflasi sudah bisa relatif terkendali. Sebab, penopang inflasi tinggi seperti harga daging, bawang merah, bawang putih hingga cabai sudah menurun.
"Bulan ini diharapkan bisa deflasi, inflasi pun kecil. Harga bahan pokok diharapkan bisa stabil dan terus turun harganya. Beras paling penting untuk aman. Kalau ada gangguan, langsung intervensi," tambahnya.
Hingga saat ini, Hatta menambahkan bahwa stok beras hingga jelang Ramadhan masih aman, baik beras untuk masyarakat umum ataupun untuk masyarakat miskin (untuk raskin).
Di sisi lain, pihaknya juga mendorong agar Bank Indonesia (BI) bisa mejaga kestabilan nilai tukar. Sebab, bila nilai tukar rupiah terus melemah, maka inflasi juga akan naik. "Juni ini penting untuk dijaga mengendalikan inflasinya. Sebab kalau RAPBN Perubahan diketuk 17 Juni, maka rupiah akan menguat," tambahnya.
Sekadar catatan, pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas RAPBN Perubahan 2013 khususnya soal asumsi makro hingga kepastian menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Saat ini, anggaran BBM bersubsidi melonjak dan menyebabkan defisit keuangan negara. Hal inilah yang turut menyebabkan nilai tukar rupiah melemah.

Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/05/31/16485026/Kendalikan.Inflasi..Kasus.Bawang.Jangan.Terulang
http://www.portalreksadana.com/node/633
http://peunaronesia.blogspot.com/2009/09/indek-harga-dan-inflasi.html
https://mugiekonomi.wordpress.com
whatstudentdo.blogspot.com/